Seperti gue bilang sebelumnya, gue akan bahas beberapa obyek wisata di Cirebon yang gue kunjungi. Obyek wisata pertama adalah Telaga Nilem. Kami ke Telaga Nilem setelah ngisi perut di Nasi Jamblang Bu Nur. Lokasi Telaga Nilem agak keluar kota Cirebon, kira-kira 1 jam ke arah Kuningan, tepatnya di wilayah Kabupaten Kuningan, kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Kami naik mobil menyusuri jalanan Cirebon, mulai dari jalanan kota, jalan yang kiri-kanannya sawah, sampai jalanan lewat pemukiman penduduk. Kalau sudah masuk ke kawasan Gunung Ciremai, jalanannya agak menanjak, naik-turun. Seru!

Kami ke sana hari Sabtu siang agak sore sekitar jam 15.00-an. Di tengah jalan kami kena macet. Macet total! Nggak gerak sama sekali sekitar 20 menit . Anak-anak di mobil dari berkoar rame banget sampai lemes nggak bersuara kayak keabisan oksigen, hahaha… Masalahnya macet bukan karena apa-apa, tapi kejebak arak-arakan orang mau naik haji, ngakakakakk. Konon di desa, kalau ada yang naik haji, yang nganter orang sekampung. Katanya biar ketularan naik haji juga. Amin ya Alloh! Pantes aje stuck, orang yang nganter sekampung!

Akhirnya berbekal GPS kami puter balik, cari jalan lain. Buat lo yang mau ke Telaga Nilem tapi nggak tau lokasinya, nggak perlu khawatir karena lokasi Telaga Nilem sudah ada di GPS. Tinggal ketik langsung muncul. Akhirnya, hanya dalam waktu 15 menit dari titik stuck, Voila! kami sampai ke tujuan. Yayy!

Oiya, waktu menuju Telaga Nilem, jangan harap lo bakal menemukan petunjuk arah bertuliskan “Telaga Nilem”. Sebab, memang nggak ada. Tapi petunjuk yang tertera adalah tulisan “Telaga Remis”. Telaga Nilem ini memang satu kawasan dengan Telaga Remis. Bisa dibilang lokasinya itu sebelum Telaga Remis, nggak jauh dari pintu masuk.

Tiket masuknya seharga Rp 10.000 per orang. Awal masuk mungkin lo akan underestimate karena bentukannya memang macam telaga biasa aja. Sekitarnya juga nggak bersih-bersih amat. Tapi tunggu sampai lo turun ke bawah dan melihat lebih dekat. Ahay!

Airnya jernih dan dingin banget. Sekitarnya masih hutan rimbun dan belum banyak orang datang. Waktu kami ke sana cuma ada beberapa pemuda lokal lagi berenang. Pokoknya masih asri.  Ada dua kolam di Telaga Nilem, yang satu dangkal sekitar 0-1,5 meter dan satu lagi dalam 0-4 meter. Kalau gue mah yang cetek aje.

Dasar telaga ini kerikil dan batu-batuan yang ditumbuhi lumut dan daun-daunan gitu. Sayangnya di sini belum ada toilet bersih yang memadai untuk buang air kecil ataupun ganti baju. Tempat buat ganti baju seadanya disediakan oleh pemilik warung di sana.

Nggak pake lama gue langsung nyemplung. Seger banget! Berhubung kami nggak dapat sewa bebek unicorn, jadilah kolamnya polos aje kayak cah kangkung waktu difoto. Kemarin itu yang berenang cuma gue, kak Rahma, Citra, dan Sari. Sementara yang lain nyetok foto-foto cantik. -_-‘

Btw, harus hati-hati karena dasar kolam kerikil dan batu jadi agak-agak sakit buat kaki. Si Pilar dengkulnya juga lecet gegara kepentok batu. Hati-hati nih buat yang ingin bawa anak kecil.

Sebagai atlet renang di kawasan Cikini, gue agak tertohok waktu berenang di sini. Biasanya gue berenang gesit bagai belut air. Tapi kenapa waktu gue berenang di sini lamban banget yak?? Mungkin karena gue nggak pake baju renang kali ye. Perasaan tuh gue udah berenang gaya katak sekuat tenaga, tapi badan gue di situ-situ aja. Majunya cuma berapa senti hahaha! Gegara inilah akhirnya gue dijuluki kukang air sama anak-anak. Bangkai kalian.

Kami di sana sekitar 1,5 jam. Cukup seru juga buat foto-foto. Apalagi kalau kalian bawa kamera underwater. Dijamin hasilnya bakal cakep, karena jernih banget. Sayangnya kemarin kami nggak ada yang bawa.

Setelah puas main air, sekitar jam 17.00-an kami cabs. Nunggu dulu di parkiran 15 menit gegara si Citra pake acara ganti baju di mobil. Udahlah ganti baju, bra-nya pake ketinggalan di bangku belakang.  HAHA! Watch out your underwear, CIT! Maaf ya di blog ini emang jarang ada sensor.

Dari Telaga Nilem kami meluncur buat makan malam. Rencananya di resto Klapa Manis, namun apa daya penuh banget. Jadi kami cuss cari tempat lain.

Advertisements