Alohaaa para pemirsaa… moga makin banyak pemirsa yang baca tulisan gue. Berhubung banyak request supaya gue menuliskan kisah tragis ini (padahal cuma 3 orang yang minta), akhirnya dengan segenap keikhlasan hati, gue terpaksa membuka kembali luka lama ini.

Cerita ini terjadi sekitar bulan Desember tahun 2015. Bermula dari kesenangan gue bermain game di smartphone. Walaupun gue anaknya tomboi dengan badan padat berisi, tapi hobi gue adalah main game masak-masakan, hihihi

Ada beberapa game masak-masakan yang mudah tamatnya. Biasanya gue langsung hapus lagi game-nya dari handphone setelah berhasil gue tamatin. Gue sendiri lebih senang bermain game yang banyak tingkatan levelnya, semacam Candy Crush, supaya bisa lama mainnya dan memang lebih seru karena tantangannya semakin bertambah.

Sudah banyak banget game masak-masakan yang pernah gue coba, mulai dari Kitchen Scramble, Cooking Fever, Sushi House, Burger Shop, Sushi World, Dinner Dash, sampai akhirnya gue berlabuh pada Cooking Dash 2016. Jeeeng jeeeeng! *gue mulai keringetan mengingat ini* Game ini awet bertengger di handphone gue karena levelnya panjaaaang. Gue suka! Mainnya bikin ketagihan, men. Di rumah main, di kantor main, di angkot main, di ojek main, wah kaco laaah…

Konsepnya seperti membangun resto gitu. Kita harus kumpulin uang dari hasil memasak agar bisa beli perlengkapan masaknya untuk mengembangkan resto. Semakin canggih alat masak yang lo punya, semakin gampang dapetin uangnya, dan makin gampang bagi lo untuk melewati level-levelnya. Kalo sudah berhasil menyelesaikan seluruh level di satu resto, kita bisa beli resto baru asal uang dan emasnya mencukupi.

Seperti game-game lain, di game ini untuk sekali main kita butuh 10 suplai ‘kantong belanjaan’. Artinya, 1 nyawa = 10 kantong belanjaan. Setiap membuka game, kita disediakan 50 kantong belanja. Jadi, sekali buka game, lo bisa main sebanyak 5 kali.

Selain kantong belanja, ketika lo baru mulai bermain game ini, lo akan dibekali 500 emas. Emas ini sangat berguna untuk pembelanjaan alat masak, membeli resto baru, dan bisa untuk membeli nyawa/kantong belanja. Biasanya harga barang/resto perpaduan dari coin dan emas. Misalnya, harga 1 mixer 2000 coin dan 5 emas. Nah lo beli, deh, tuh. Klo lo punya uangnya dan emasnya.

Emas ini itungannya langka. Susah banget buat mendapatkan satu emas di game ini, kita harus bisa mencapai 5 bintang dulu di satu level untuk mendapatkan 1 emas. Sementara untuk mendapat 5 bintang susahnya minta ampun. Tapi tenang, ada cara mudahnya juga. Pertama, lo bisa nonton video berdurasi 30 detik yang direkomendasiin. Kalo kuota lo banyak, silakan pilih ini. Atau kedua, lo bisa beli emas pake KARTU KREDIT… HE HE HE…*senyum licik*

Nah suatu hari, gue frustasi karena kesulitan untuk melewati satu level di game ini. Saking frustasinya gue mainin terus. Tiap nyawanya abis, gue beli nyawa lagi pake emas. FYI, 50 kantong belanja harganya 10 emas.

Nah, ketika level nggak juga terlewati sementara EMAS UDAH ABIS, akhirnya gue mencoba untuk membeli emas tambahan dengan KARTU KREDIT. A-HA! Sungguh brilian! Abis gemes banget, men! Bikin penasaran!

Waktu itu gue berniat membeli 10 emas doang yang harga Rp 15.000. MURAH BANGET!!! Mayaaan buat lima kali maen doang maah!

Gue kliklah toolbar bergambar emas. Lalu muncullah tampilan pilihan. Harga Rp 15.000 merupakan harga termurah. Selain harga Rp15.000 ada pilihan Rp45 ribu, 149 ribu, Rp249rb, Rp 739 ribu, sampai yang paling mahal Rp 1.499.000.

Akhirnya gue klik pembelian 10 emas dengan harga Rp15.000. Sambil menunggu notifikasi lanjutan, gue lanjut menulis artikel kantor dulu. Selang berapa detik ada pop up notifikasi dari Google PlayStore di layar handphone gue. Tulisannya semacam mengonfirmasi, “Harga pembelian emas Cooking Dash sekian” Di bawahnya ada pilihan ‘BUY’. Jika gue setuju untuk membelinya tinggal di-klik aja maka transaksi akan diproses.

Yaaaaaah, berhubung gue cuma beli MABELASREBU, yaudah lah ya sambil merem gue KLIK AJA ‘BUY-nya. Nggak lama SMS dari Bank BC* masuk. *hmmm…. Perasaan nggak enak* Isinya seperti biasa, konfirmasi pembelanjaan kartu kredit.

Gue buka dong SMS-nya’… Begitu gue baca SMS-nya, tubuh ini langsung bergidik. MULES, KERINGET JAGUNG, LEMAS, NAFSU MAKAN HILANG. Karena apa? Karena di SMS tertulis bahwa gue baru saja melakukan transaksi di Cooking Dash dengan nominal Rp 1.499.000!!

EMAAAAAAAAAAAKKK!!! *Cried cried cried*

KESEELL BANGEEEEEEETTTTTTT!! PENGEN NANGIIIIIISSS!!!

Gue langsung cek game Cooking Dash gue. Ternyata bener aja, emas gue jumlahnya nambah jadi 2500 bijiiii!!! Bisa buat beli alat masak tujuh turunaaan weey!!

KESEEL KESEEL KESEEEL UANG 1,5 JUTA GOOONE BUAT BELI EMAS…..EMASAAAAAAN!!!

Bagaimana ini bisa terjadi?! Padahal saat itu gue amat sangat YAKIN 1000% bahwa gambar yang gue klik adalah gambar penawaran Rp15rb. Emang, sih, di saat moment mengeklik, gue merasa melihat bahwa gambar di smartphone sempat bergerak/bergeser. Tapi gue yakin bahwa gue telah mengklik gambar emas Rp15rb sebelum gambar bergeser.

Waktu itu posisi gue emang lagi ribet banget. Jadi waktu gambar bergeser gue cuek aja, gue pikir emang ke geser aja. Gue juga sambil ngecas dan ngerjain artikel kantor bener-bener rebek. Ketika pop up notifikasi itu muncul, gue akui gue langsung klik BUY tanpa melihat konfirmasi harga.

FIXED, KELALAIAN ADA PADA GUE! T_T

Berhubung nggak mau rugi bercampur keseeel, yaudah gue mainin aja itu game. Gue pake emasnya buat beli alat-alat masak!!

Abis mainin beberapa kali, karena KESELNYA NGGAK ILANG-ILANG akhirnya gue curhat ke grup WA ‘Next Trip Will Be’ yang isinya 5 orang temen gue. Terus temen gue, Mba Oci, bilang bahwa transaksi itu bisa DIBATALKAN dengan melapor ke pihak game selamaaaaaaaaaaaaa EMASNYA MASIH UTUH.

EMAAAAAAAAAKKK!! Emasnya udah gue pake banyaaak buat beli segala kompor, panci, bangku, meja, saos, selai, eskrim!! Kemungkinan membatalkan transaksi pun gagal! Hati ini semakin sedih.

Duh cekak, deh, cekaaaak bayarnyah… Mana abis beli patu baruuu!! Udah gitu, beberapa hari kemudian keputusan GAJI…. aaahhh sudahlah!

SEMPURNA HIDUP LAU, JO!

Sekian. BHAY!

*saat menulis artikel ini penulis sudah membayar lunas semua utang emasnya. Namun kehidupan setelahnya tetap terseok-seok. Hikmahnya adalah kini bisnis restonya berkembang pesat.

Sekian.

Love,

 

Advertisements