Let’s cheering for AADC2 yang bakal tayang tiga hari lagiiiiii! AAAAAwwww! Seperti Cinta yang menunggu Rangga, berarti udah 14 tahun juga kita nungguin sekuel film Ada Apa Dengan Cinta. Penasaran? Sudah pasti!

Btw, dulu Rangga tau nggak, ya, kalo 1 purnama itu cuma sebulan? Eh, dia malah ninggalin Cinta 14 tahun which is sekitar 168 purnama. Soalnya setau gue bulan purnama itu ada tiap sebulan sekali. Bener nggak? Itu juga gue googling dulu hahaha… Berarti nggak salah kalo teh Melly bikin lagu Ratusan Purnama. Semua gara-gara Rangga!c

Buat kita yang seumuran, asiiik… Film ini jelas fenomenal banget. Dirilis tahun 2002 dengan sutradara Rudi Soejarwo, film AADC yang berhasil menyedot 2,5 juta penonton jadi semacam percikan api untuk kebangkitan film Indonesia, yang bisa dibilang sedang tertidur kala itu. Salut buat Mas Rudi yang udah bikin sejarah baru dalam perfilman Indonesia!

Tapi tau nggak kalian sebelum Rudi muncul dengan AADC, tahun 2000 dia pernah membuat sebuah film drama romantis yang juga dibintangi Dian Sastrowardoyo yang judulnya Bintang Jatuh. Sudah pada nonton? Gue nonton film ini waktu kelas 3 SMP bareng kakak gue. Waktu itu dia udah duluan ngefans sama Dian Sastro. Nontonnya pun bukan di bioskop, waktu itu film ini cuma dirilis di kampus-kampus dan beberapa tempat, dan gue nggak inget nontonnya di gedung apa, kata kakak gue di gedung polisi, gue juga ingetnya gedung kepolisian gitu.

Gue sama kakak gue niat banget panas-panas naik angkot demi bisa nonton film ini dan hampir telat! Buat gue film ini sangat membekas dan berkesan banget. Karakter Aira yang diperanin Daniel Arizona sangat gue inget sampe sekarang. Romantis abis! Tipe-tipe cowok pujaan gitu. Bikin melting, deh, nontonnya jaman dulu. Apalagi model rambutnya gaya-gaya Britpop gitu. *aseek*. Gue bahkan masih inget (nggak pake googling) pemainnya ada Dian, Daniel Arizona, Indra Birowo, Gary Iskak, dan Marcela Zalianty. Mungkin film ini dibuat Rudi sebagai pemanasan sebelum dia bikin AADC kali, ya. Dan asumsi gue, dari film inilah nama Dian Sastro mula dilirik sineas film. Akting Dian dan Marcella emang natural, sih, dan masih pada item-item wakakakak…

Anyway, gue sendiri nonton AADC waktu kelas 2 SMA. Gue nonton 4 kali film ini dan selalu excited setip nonton. Euforia AADC pun masih terasa setelahnya. Punya geng di sekolah jadi makin keren. Cewek-cewek maunya dipanggil Cinta, yang cowok sok-sok-an sekeren Rangga. Semua orang mendadak puitis. Anak-anak cewek juga sering meragain adegan Cinta nengok waktu dipanggil Rangga di Kwitang. Gokil lah pokoknya dampaknya. Gue sendiri pengen ikutan tampil keren kaya gengnya Cinta pake kaos kaki panjang. Tapi gue nggak pernah sukses buat narik kaos kaki sampe nutupin ke betis gue.. :’D Tapi gue yakin yang paling bisa sombong, sih, anak-anak Gonzaga era itu. Pasti mereka nanti ngadain nobar, deh.

Banyak yang berekspektasi tinggi terhadap film AADC2 ini, tapi nggak dikit juga yang meramalkan film ini nggak bakal sebagus AADC. Apalagi, katanya, film ini bukan disutradarai Rudi. Pasti napas dari film ini bakal berbeda. Buat gue justru menarik, sih, dan pastinya jadi tantangan buat Riri Riza untuk membuat AADC2 tetep greget buat ditoton. Film baru tapi tanpa melupakan unsur lama dalam film. Riri dan Rudi pasti punya karakter yang berbeda. Tapi lo musti inget bahwa dua-duanya bukan sutradara kacangan. Sadiiis guee!

Dan banyak juga, nih, yang penasaran dengan bagaimana cara Riri bakal nyelipin pesan sponsor, wakakakak… Secara sponsornya banyak bangettt. Seruu, sih! Gua juga penasaran apakah akan banyak anak ABG yang kena euforia film ini dan ikut ngantre di bioskop? Dan bagaimana komentar Rudi soal film ini? Tapi terlepas filmnya bakal bagus apa nggak, yang paling penting buat gue, sih, film ini bisa meluapkan rasa rindu gue ke Rangga, hahahaha.

Yaudahlah, ya, buat gue film AADC sangat fenomena dan ikonik film Indonesia.

Mengutip kata Rudi dari Kapanlagi.com:

“AADC saya harap bisa lebih meledak dari yang pertama. Karena biar bagaimanapun AADC ynag mengubah hidup saya. Nggak hanya buat saya tapi buat semua kru yang terlibat saat itu, dari yang bawah sampai yang di atas sekarang udah kerja di film semua. Artinya apa? Film yang bermakna buat semua orang ya film seperti itu.”

Mantap!

Jadi, mari kita sambut fenomena AADC2 ini yang tinggal TIGA hari lagi! Jadilah bagian dari sejarah baru perfilman Indonesia, men. Gue yakin tanggal 28 nanti bioskop-bioskop bakal dipenuhi sama anak-anak generasi 90-an, umuran 25-35 kali, ya. Atau, banyak juga yang lebih muda dan lebih tua?

Semoga film ini bagus, sesuai ekspektasi banyak orang. Dan cita-cita Miles Films nyabet 10 juta penonton tercapai. Gue, sih, sangat excited menunggu film ini.

Apakah lo se-excited gue menyambut AADC2?

Foto: Mirles Instagram

 

Advertisements