Hai cat lovers…*sedaaaap* berhubung gue pecinta kucing, so, hari ini gue mau berbagi pengetahuan soal kucing. Mungkin sebagian ada yang udah tahu, tapi ada juga yang belum tahu. Nggak papalah, ya, dibaca aja. Itung-itung nambahin hit blog gue, hueehhehehe…

Nah, dengan niat membuat kucing-kucing di seluruh dunia berbahagia, maka di blog gue kali ini gue mau sharing aja, sih, mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan ke kucing. Buat yang belum tau sila cekidot. Biar kucing lo bahagia lahir batin. Buat bu-ibu yang anaknya melihara kucing, jangan lupa kasih tau anaknya, nih.

Memotong kumisnya

Kumis bukan sembarang kumis, kumis kucing ada fungsinya. Yap, bener banget. Kumis kucing, tuh, bukan sekadar aksesori buat bikin si pus kelihatan cantik atau ganteng. Kumis kucing punya fungsi yang penting banget dalam hidupnya. Salah satunya sebagai alat navigasi. Kumis kucing, tuh, sensitif banget. Saking sensitifnya bisa mendeteksi perubahan aliran udara. Nah, berguna banget untuk membantu sistem navigasi sewaktu kondisi gelap. Makanya kucing nggak pernah nabrak waktu rumah sekompleks mati lampu.

Fungsi yang lain, sebagai alat ukur tubuh. Misalnya, nih, kalau dia mau masuk celah sempit, dia bakal ngukur dulu celah tiu pake kumisnya sehingga dia bisa tau celah itu muat atau nggak buat dilewati.. Sayangnya metode ini sering gagal dilakukan oleh kucing-kucing yang kegendutan, wakakak…

Nah, selain kumis di bibiiir~~ memutar kata… ada bagian ‘kumis’ di bagian atas mata alias alis. Kalau ini fungsinya untuk melindungi matanya dari debu, kotoran atau benda lain. Ketika si alis tersentuh oleh benda-benda asing tersebut, mata kucing kita otomatis akan berkedip. Kereeen! Makanya dilarang keras memotong kumis kucing, ya, sama aja lo menganiaya dia, tuh.

Memotong kukunya sampai habis

Boleh aja, sih, motong kuku kucing untuk perawatan kebersihan, asal nggak dipotong sampai habis. Apalagi cakar kucing juga berfungsi untuk perlindungan diri. Kuku kucing yang boleh dipotong hanya di bagian paling ujung yang runcing biasanya tipis, batasnya maksimal 0,5 cm. Kalo memotong kuku kucing sampe habis dosa hukumnya. Itu sama aja lo motong satu ruas jari manusia. Ngilu banget kan! Soalnya di bagian dalem kuku kucing ada bagian semacam tulang muda/daging gitu, gue sendiri nggak tau namanya apa. Kalau itu ikut kepotong bisa berdarah. Bukan hanya menyakiti fisik kucing tapi bisa berdampak trauma psikologis buat si kucing. Makanya nggak boleh banget, tuh, motong kuku kucing sampe abis. Dari pada dipotong mendingan dikuteksin ajaa biar gemetsss…

Angkat Leher

Nah, ini sering banget gue liat dilakukan oleh ibu-ibu yang nggak suka kucing. Lo semua pasti tau, kan, gimana cara ngangkat kucing yang bener. Yap! Dengan memegang lapisan kulit di bagian atas leher kucing. Kalo kucingnya udah gede, saat mengangkat lo juga harus pegang bagian bokongnya, biar dia nggak sakit. Bukan dengan memegang lingkar leher kucing seperti mau nyekek.

Memberikan pakan binatang lain

Nah, kalo yang ini baru aja dilakukan sama bapak gue minggu lalu. Gegara stok makanan si Mika abis, dia ngambil makanan Chicco, anjingnya bude gue. Wah, kaco, nih, bokap! Padahal sudah jelas pasti bahan pembuatnya berbeda walaupun memang dimakan juga sama si Mika. Tapi lo harus inget bahwa sistem pencernaan kucing dan setiap binatang pasti berbeda. Kalau ini sering dilakukan metabolisme si meong bisa terganggu dan menimbulkan penyakit lain. Jangan coba-coba yaah, apalagi ngasih pakan ayam ke kucing, nanti bunyinya jadi petok petok. Kalo lo lagi kere nggak punya duit buat beli makan kucing piaraan lo, mending lo pinjem duit dulu ke temen. Wakakakak..

Memarahi

Kaya manusia, kucing juga punya perasaan, men. Memarahi kucing, berteriak, atau memukul sekali pun, nggak akan mengubah perilakunya, melainkan hanya akan membuat lo terlihat negatif di mata kucing lo. Sadis kan! Lo bisa berubah menjadi makhluk kejam yang harus dihindarinya. Nantinya kucing bisa jadi ketakutan, stres, dan frustasi setiap melihat lo. Berlakulah manis ke dia kalo lo ingin mendapat kesan positif. Kucing suka lingkungan yang aman, tenang, dan rileks.

Foto: dok. jodianjoo

 

Advertisements